Senin, 02 Desember 2013

Contoh SOal UAS Sem 1 tahun 2012/2013.




 CONTOH SOAL UAS SEM 1 

1.  Larutan NaCl sebesar 5,85 gram dilarutkan dalam 200 gram air  maka harga kemolalan larutannya adalah….(Ar Na =23, Ar  Cl = 35,5 dan massa jenis air = 1 g/mL)

A.    0.1 m
B.    0.2 m
C.   0.5 m
D.   1.0 m
E.    2.0 m
2.   Perhatikan pernyataan berikut:
(1)    Tekanan osmotik
(2)       Kenaikan titik didih larutan
(3)       Titik beku larutan
(4)       Penurunan titik didih larutan
(5)       Penurunan tekanan uap larutan
Yang merupakan sifat koligatif larutan adalah....
A.    (1), (2), dan (3)
B.    (2), (3), dan (5)
C.   (3), (4), dan (5)
  1. (1), (2), dan (5)
  2. (2), (4), dan (5








Minggu, 01 Desember 2013

Liburan semester 1

Diberitahukan kepada seluruh siswa SMA  Negeri 3 Boyolali , bahwa kegiatan selama liburan  semester 1 tahun 2013/2014 sebagai berikut :

  1.  21 Desember 2013                           : Penerimaan Raport  semester 1
  2. 23  Desembar 2013 - 4 Jan 2014.     : Libur Akhir semester 1 Tahun pelajaran 2013/2014
  3. 4 Januari 2014                                   : semua siswa masuk mencatat jadual semster 2 tahun                                                                           2013/2014.
  4. 6 Januari 2014                                   : Siswa masuk KBM semester 2 tahun 2013/2014

JAWAL UAS 1 2013/2014

Ulangan akhir semester 1 tahun 2013/2014 SMA Negeri 3 Boyolali akan dimulai pada Hari Rabu 4 Desember 2013. Dengan jawal dibawah ini :


JADWAL ULANGAN AKHIR SEMESTER  TAHUN PELAJARAN 2013/2014
SMA NEGERI 3 BOYOLALI
No Hari, Tanggal Jam ke Waktu KELAS/PROGRAM
X XI - IA XI - IS XII - IA XII - IS
                 
1 Rabu, 4  Des 2013 1 07.30 - 09.30 Kimia Biologi Ekonomi Matematika Matematika
    2 10.00 - 12.00 Geografi - - - -
      10.00 - 11.30 - TIK TIK P. Agama P. Agama
2 Kamis, 5  Des 2013 1 07.30 - 09.30 Ekonomi Bhs. Inggris Bhs. Inggris B S I B S I
    2 10.00 - 11.30 P. Agama P. Agama P. Agama Penjas Penjas
3 Jum'at, 6  Des 2013 1 07.30 - 09.30**) Sosiologi Kimia Sosiologi Bhs. Inggris Bhs. Inggris
    2 09.45 - 11.15 Bhs. Jawa PKn PKn TIK TIK
4 Sabtu, 7  Des 2013 1 07.30 - 09.30 Matematika BSI BSI Kimia Ekonomi
    2 09.45 - 11.15 Penjas Penjas Penjas Sejarah Sejarah
    3 11.30 - 13.00 Bhs.Asing - - - -
5 Senin, 9  Des 2013 1 07.30 - 09.30 Fisika Matematika Matematika Biologi Geografi
    2 10.00 - 11.30 Sejarah Bhs. Jawa Bhs. Jawa Bhs. Jawa Bhs. Jawa
6 Selasa,  10  Des 2013 1 07.30 - 09.30 Bhs. Inggris Fisika Geografi Fisika Sosiologi
    2 10.00 - 11.30 Seni Budaya Seni Budaya Seni Budaya Bhs. Asing Bhs. Asing
7 Rabu, 11 Des 2013 1 07.30 - 09.30 BSI - - - -
      07.30 - 09.00 - Sejarah Sejarah PKn. PKn.
    2 09.45 - 11.15 PKn Bhs. Asing Bhs. Asing Seni Budaya Seni Budaya
8 Kamis, 12  Des 2013 1 07.30 - 09.30 Biologi - - - -
    2 10.00 - 11.30 TIK - - - -
Boyolali,  19 Oktober 2013
Panitia Ulangan Akhir Semester  Gasal
SMA  N 3  Boyolali
**) LC dilaksanakan pada 30 menit terakhir
TTD

Kamis, 12 September 2013

Belajar Kimia kelas XII




 B.    Sel Elektrokimia

Salah satu penerapan reaksi  dalam kehidupan sehari-hari adalah sumber arus searah atau  bateray.   Arus listrik yang dihasilkan oleh sumber arus searah disebabkan adanya aliran elektron yang bergerak pada penghantar. Arus elektron yang terjadi pada sumber arus tersebut berasal dari reaksi redoks yang terjadi didalamnya.
Bila logam tembaga (Cu) dimasukkan ke dalam larutan perak nitrat (AgNO3) maka pada permukaan logam tembaga akan segera terbentuk lapisan perak, sedangkan larutan akan berubah warnanya menjadi biru karena terbentuknya ion Cu2+. (Gambar. 5.1)

 Reaksi yang terjadi adalah,
 
               Ag+(aq)      +      Cu(s)  ®      Ag(s)     +    Cu2+(aq)
              (tak berwarna)                                            (biru)

Reaksi di atas sebenarnya terdiri dari dua reaksi dan masing-masing disebut dengan setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi yaitu,
·         Setengah reaksi oksidasi  yang merupakan reaksi oksidasi  logam tembaga
           
  Cu(s)     ®    Cu2+(aq)   +  2e

·         Setengah reaksi reduksi yang merupakan reaksi reduksi ion perak

                                      Ag+(aq)   + e -  ®   Ag(s)

Perpindahan elektron terjadi dalam larutan secara langsung dari logam Cu ke ion Ag. Apabila perpindahan elektron tersebut dapat dilewatkan pada suatu kawat penghantar maka akan menghasilkan arus listrik.
 


Luigi Galvani (1780) dan Alessandro Volta (1800)  melalui percobaannya dapat menghasilkan arus listrik yang dihasilkan dari reaksi redoks. Perangkat  sumber arus searah itu dikenal dengan Sel Volta atau Sel Galvani.  Sel Volta terdiri dari elektroda  Zn yang dicelupkan dalam larutan ZnSO4 dan elektroda Cu yang dicelupkan dalam larutan CuSO4. Kedua larutan ini dipisahkan oleh dinding berpori, atau dihubungkan dengan jembatan garam, yaitu semacam pipa yang berisi agar-agar yang mengandung kalium nitrat (KNO3).

Elektron mengalir dari elektroda Zn ke elektroda Cu karena pada elektroda Zn terjadi reaksi oksidasi :
                 

Zn (s)    ®   Zn2+ (aq) + 2 e

dan elektron yang dilepaskan pada reaksi tersebut ditangkap oleh ion Cu2+,

Cu2+(aq)  + 2 e ®   Cu(s)

Anoda merupakan elektroda tempat terjadinya reaksi oksidasi, dalam sel volta ini yang sebagai anoda adalah elektroda seng, dan katoda  adalah elektroda tempat berlangsungnya reaksi reduksi, dan dalam hal ini yang bertindak sebagai katoda adalah elektroda tembaga.

Oleh karena pada elektroda seng (anoda) terjadi reaksi oksidasi  dan ion Zn2+ meninggalkan logam seng maka terjadi kelebihan muatan negatif. Dengan demikian anoda merupakan kutub negatif dari suatu sel elektrokimia. Sedangkan pada elektroda tembaga (katoda) ion-ion Cu2+ mengendap pada batang Cu dan mengakibatkan batang Cu menjadi bermuatan positip, jadi katoda merupakan kutub positip dari suatu sel elektrokimia.

Pada sel Volta denga elektroda terpisah diperlukan jembatan garam  yang berfungsi untuk penghantar elektrolit (mengalirkan ion-ion dari satu elektroda ke elektroda lain)  guna mengimbangi aliran elektron dari anoda ke katoda.


Bila seng melepaskan elektron menjadi ion Zn2+, maka pada larutan disekitarnya kekurangan muatan negatif, untuk itu ion negatif  (NO3) yang terdapat pada jembatan garam akan keluar.  Di katoda ion Cu2+ yang mengalami reduksi segera meninggalkan sistem, maka di larutan pada elektroda tersebut menjadi sangat negatif karena ion SO42– kehilangan pasangannya, akibatnya ion SO42–  akan menarik ion K+ yang terdapat pada jembatan garam.          

Apabila konsentrasi larutan yang digunakan mempunyai konsentrasi 1 M, maka harga beda potensial yang terjadi pada sel volta tersebut adalah 1,10 V.

Reaksi yang terjadi pada sel volta di atas adalah:

                  Anoda               :           Zn(s)  ®   Zn2+ (aq) + 2e
                  Katoda              :           Cu2+(aq) + 2e ®  Cu (s)
                  ¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ +
                  Reaksi sel          : Zn(s) + Cu2+(aq)  ®   Zn2+(aq) + Cu(s)               



Sel Volta di atas dapat digambarkan dengan notasi sel   :

                  Zn | Zn2+(1,0 M)   Cu2+(1,0 M)| Cu              Eosel = + 1,10 V

                     ( Anoda)                            (Katoda)

Notasi sel di atas menunjukkan elektroda yang berfungsi sebagai anoda dan elektroda yang berfungsi sebagai katoda.  Anoda (reaksi oksidasi) diletakkan di kiri dan katoda (reaksi reduksi) diletakkan di kanan. Konsentrasi  elektrolitnya dinyatakan dalam satuan molar (M) dan besarnya beda potensial dinyatakan dalam satuan volt.

C.    Potensial Elektroda Standar

Adanya arus listrik yang mengalir dari katoda ke anoda diakibatkan oleh adanya beda potensial antara kedua elektroda tersebut.  Masing-masing elektroda mempunyai potensial elektroda yang terjadi akibat tegangan antar muka dari logam dengan elektrolit, harga potensial antar muka pada elektroda tunggal tidak dapat diukur, sebab untuk mengukur besarnya potensial suatu elektroda harus terjadi arus listrik yang dapat dibaca dengan alat ukur.  Untuk itu potensial elektroda diukur dengan cara memasangkan elektroda tersebut menjadi suatu sel elektrokimia dengan suatu elektroda pembanding (elektroda standar).  Elektroda standar merupakan elektroda acuan yang dianggap mempunyai harga potensial tertentu.
1.    Elektroda Standar

Elektroda standar yang dipakai adalah elektroda Hidrogen - Platina, yaitu batang platina yang dimasukkan ke dalam larutan asam yang mengandung ion H+(aq)  1M pada suhu 25 oC, dan melalui pipa dialirkan gas hidrogen pada batang platina dengan tekanan 1 atm, gas hidrogen diabsorbsi oleh batang platina sehingga yang dianggap berinteraksi dengan larutan asam (H+) adalah gas hidrogen (H2). Potensial elektroda dari elektroda Hidrogen – Platina ini ditetapkan sebesar 0,00 volt. 

Menurut perjanjian  pada kondisi standar (25 oC, 1 atm, 1M)  besarnya beda potensial elektroda tersebut adalah 0,00 volt, dan reaksinya dapat dituliskan,

                                    2 H+(aq) + 2e -  Á     H2(g)               Eo =  0,00 V
            atau
                             H+(aq)  (1M) ½ H2(g) (25oC,1atm)  Eo =  0,00 V


2.    Pengukuran Potensial Elektroda Standar ( Eo)

Untuk mengukur harga potensial suatu elektroda maka elektroda tersebut disusun menjadi suatu sel elektrokimia dengan elektroda standar (hidrogen-paltina)   dan besarnya potensial dapat terbaca pada  voltmeter yang dipasang pada rangakian luar.   Potensial elektroda yang diukur dengan menggunakan elektroda standar disebut dengan Potensial Elektroda Standar. (Eo). Gambar 2.4. menunjukkan pengukuran potensial elektroda standar dari elektroda seng.

Besarnya beda potensial yang terbaca pada voltmeter adalah 0,76 volt.  Berdasar perjanjian   potensial elektroda hidrogen adalah nol, dan dari fakta pengukuran menunjukkan potensial hidrogen lebih tinggi (karena arus listrik mengalir dari elektroda hidrogen ke elektroda seng), maka besarnya potensial elektroda seng adalah   - 0,76 volt

Penulisan persamaan reaksinya adalah :

                                    Zn2+(aq) + 2 e-   Á     Zn(s)  Eo = - 0,76 V  

atau notasi setengah sel elektroda seng adalah :

                                    Zn2+ ½ Zn   Eo = - 0,76 V
Catatan :
·         Berdasar perjanjian persamaan reaksi  ditulis dalam bentuk tereduksi.
·         Harga potensial elektroda merupakan besaran intensif, sehingga tidak dipengaruhi oleh jumlah mol zat (seperti halnya titik didih dan titik lebur suatu zat) sehingga bila persamaan reaksinya didua kalikan harga  EO-nya tetap.
Harga potensial elektroda standar (Eo) dari beberapa elektroda dapat dilihat pada tabel 5.1. (lebih lengkap disajikan pada  lampiran). Potensial elektroda standar sering disebut juga potensial reduksi standar, sebab dituliskan dalam bentuk tereduksi.

Tabel.2.1. Daftar Potensial Elektroda Standar (EO)
Beberapa Elektroda (Selengkapnya ada di lampiran)
Setengah Reaksi sel
Eo (volt)
Setengah Reaksi sel
Eo (volt)
Li+(aq) + e  Á   Li(s)     
- 3,045
Co2+(aq) + 2e Á  Co(s)  
- 0,28
K+(aq) + e Á   K
- 2,924
Ni2+(aq) + 2e Á  Ni(s)
- 0,23
Ba2+(aq) + 2e Á  Ba(s)   
- 2,90
Sn2+(aq) + 2e Á  Sn(s)   
- 0,136
Sr2+ (aq) + 2e Á  Sr(aq)
- 2,89
Pb2+(aq) + 2e Á  Pb(s)
- 0,126
Ca2+(aq) + 2e Á  Ca(s)  
- 2,76
Fe3+(aq) + 3e- Á  Fe(s)   
- 0,036
Na+(aq) + e Á   Na(s)                
- 2,71
2H+(aq) + 2e Á  H2(g)   
0,00000
Mg2+ (aq) + 2e Á  Mg(s) 
- 2,375
Sn4+ (aq) + 2e- Á  Sn2+(aq)
+ 0,15
Mn2+(aq) + 2e -  Á   Mn(s)
- 1,029
Cu2+(aq) + 2e D  Cu (s) 
+ 0,34
Cr2+(aq) + 2e Á  Cr(s)
- 0,91
I2(s) + 2e- Á  2 I (aq)
+ 0,535
2H2O(l) + 2e- Á  H2(g) + 2OH(aq)
- 0,83
Ag+(aq) + e- Á  Ag(s)     
+ 0,799
Zn2+(aq) + 2e Á  Zn(s)   
- 0,76
Br2(aq) + 2e Á   2Br (aq)         
+ 1,087
Cr3+ + 3e Á  Cr(s)
- 0,74
O2(g)+4H+(aq) + 4e- Á  2H2O(l)
+ 1,23
Fe2+(aq) + 2e Á  Fe(s)   
- 0,409
Cl2(g) + 2e Á   2Cl (aq)
+ 1,34
Cd2+(aq) + 2e Á  Cd(s)  
- 0,403
F2(g) + 2e Á     2F (aq)
+ 2,87  

3.    Potensial Elektroda Standar dan Potensial Sel

Potensial sel (Eosel) merupakan beda potensial yang terjadi antara dua elektroda pada suatu sel elektrokimia. Berdasar konsep bahwa arus listrik bergerak dari kutub yang berpotensial tinggi ke kutub yang berpotensial rendah, maka potensial sel merupakan selisih antara elektroda yang mempunyai potensial elektroda tinggi (katoda) dengan elektroda yang mempunyai potensial elektroda rendah (anoda),
                                      Eosel       =  Eokatoda – Eo anoda

Karena  pada katoda terjadi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi maka potensial sel dapat  ditentukan dengan cara,

                                      Eosel       =  Eoreduksi – Eooksidasi

Cara lain yang  mungkin lebih praktis adalah dengan membuat skala potensial elektroda dan menentukan selisihnya, atau dengan menyusun reaksi sel dari dua buah setengah reaksi yang terjadi.

Contoh :
1)    Potensial sel tunggal:
Suatu sel volta tersusun dari elektroda Mg dalam larutan Mg2+ (1M) dan elektroda  Zn dalam larutan Zn2+ (1M),  jika diketahui,
                          Mg2+ (aq) + 2e -  panah2  Mg(s)    Eo = - 2,37 V
                          Zn2+(aq)  +  2e -  panah2  Zn(s)    Eo = - 0,76 V
a)    Tentukan elektroda yang bertindak sebagai anoda dan yang sebagai katoda!
b)    Tentukan potensial sel (Eo)  yang dihasilkan dari pasangan elektroda tersebut
c)     Tuliskan reaksi pada anoda dan katoda, reaksi sel dan notasi sel-nya.

Penyelesaian:
a)    Katoda :  Zn  ( mempunyai Eo lebih tinggi sehingga sebagai kutub positip)
Anoda   : Mg  ( mempunyai Eo lebih rendah )
b)    Eosel  =  Eokatoda - Eoanoda
= EoZn  - EoMg
= - 0,76 – ( - 2,37) V
= + 1, 61 V
c)     Reaksi yang terjadi
di anoda            :  Mg(s)  ®  Mg2+(aq)  +  2e       Eo = + 2,37 V
di katoda           :  Zn2+(aq) + 2e ®  Zn(s)           Eo = - 0,76 V
¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ +
Reaksi sel          :  Mg(s) + Zn2+(aq)  ® Mg2+(aq) + Zn(s)  Eosel = 1,61 V

Notasi sel :   Mg(s)½Mg2+(1M)Zn2+(aq)½Zn(s)  Eosel = 1,61 V
Untuk menentukan Eosel  dapat digunakan cara seperti pada jawaban (c)
2)    Potensial sel gabungan :
Diketahui beberapa sel volta dengan notasi sel sebagai berikut,
Mg½ Mg2+½½Zn2+ ½ Zn      Eo =  + 1,61 V
                        Zn ½ Zn2+ ½½ Fe2+½ Fe     Eo =  + 0,32 V
                        Mg½ Mg2+½½Sn2+½Sn         Eo =  + 2,23 V
Tentukan harga potensial sel yang terjadi pada pasangan sel berikut,
                        a. Zn ½ Zn2+ ½½ Sn2+½Sn  
                        b. Mg½ Mg2+½½ Fe2+½ Fe




Penyelesaian:
Untuk sel gabungan seperti di atas dapat digunakan skala Eo untuk menentukan harga potensial sel terpilih, dan digunakan pedoman sebagai berikut:
·         Elektroda di kiri berfungsi sebagai anoda dan elektroda kanan sebagai katoda
·         potensial elektroda dari katoda lebih tinggi dari anoda
·         Eosel sebagai selisih (jarak) antara kedua elektroda tersebut
dari notasi pertama             : Eo Zn > EoMg  (Zn di atas Mg dengan jarak 1,61 V)
dari notasi kedua    : Eo Fe > EoZn (Zn dibawah Fe dengan jarak 0,32 V)
dari notasi ketiga                : EoSn> Eo Mg (Sn diatas Mg dengan jarak 2,23 V)
 


       Eo
¾Sn¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾
                                               2,23 – (0,32+1,61)) = 0,30V
                                   
¾Fe¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾
                           0,32V      (2,23 – 1,61) = 0,62 V

¾ Zn¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾
                                    2,23 V


                   1,61 V       



¾Mg¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾

a. Zn ½ Zn2+ ½½ Sn2+½Sn  Eosel  = 0,62 V
                       b. Mg½ Mg2+½½ Fe2+½ Fe   Eosel  = 0,30 V

4.    Potensial Elektroda Standar dan Reaksi Spontan
Harga potensial elektroda dapat digunakan untuk meramalkan apakah suatu reaksi kimia dapat berlangsung spontan. Untuk menentukan spontan tidaknya suatu reaksi redoks dapat dilihat dari harga potensial reaksinya (Eoreaksi).  Bila harga Eoreaksi positip maka reaksi dapat berlangsung spontan, sedangkan bila Eoreaksi negatif reaksi tidak berlangsung spontan, artinya untuk berlangsungnya reaksi tersebut harus ada tambahan energi dari luar.
Contoh:
1)    Diketahui potensial elektroda dari beberapa logam sebagai berikut:
Cu2+(aq) +  2e -  ®  Cu(s) Eo = + 0,34 V
Pb2+(aq)  + 2e -  ®  Pb (s)           Eo = - 0,12 V
Apakah bila logam Pb dicelupkan ke dalam larutan CuSO4 akan dapat larut, dan apakah bila logam Cu dimasukkan ke dalam larutan Pb(NO­3)2 dapat larut?

Penyelesaian:
a)    Bila Pb dimasukkan ke dalam larutan CuSO4 , reaksi yang mungkin adalah,
Pb(s) + Cu2+(aq) ® Pb2+(aq) + Cu(s)
reaksi tersebut terdiri dari,
             Pb(s)   ®  Pb2+(aq) + 2e-             Eo = + 0,12 V 
             Cu2+(aq) + 2e -  ® Cu(s)              Eo = + 0,34 V
¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ +
                        Pb(s) + Cu2+(aq) ® Pb2+(aq) + Cu(s)  Eoreaksi = + 0,46 V
karena  Eoreaksi > 0 maka reaksi dapat berlangsung, jadi Pb dapat larut dalam larutan CuSO4 dan terjadi reaksi  :   
Pb(s) + Cu2+(aq) ® Pb2+(aq) + Cu(s)
b)    Bila Cu dimasukkan ke dalam larutan Pb(NO3)2 reaksi yang mungkin adalah,
Cu(s) + Pb2+(aq)  ® Pb(s) + Cu2+(aq)
reaksi tersebut merupakan kebalikan dari reaksi di (a) sehingga,
              Pb2+(aq) + 2e ® Pb(s)                Eo = - 0,12 V
              Cu(s)  ® Cu2+(aq) + 2e -             Eo = - 0,34 V
¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾  +
Cu(s) + Pb2+(aq)  ® Pb(s) + Cu2+(aq) Eoreaksi = - 0,46 V
karena Eoreaksi < 0 maka reaksi tidak berlangsung(tidak dihasilkan arus listrik, tidak spontan), artinya Cu tidak larut dalam larutan Pb(NO3)2.

5.    Potensial Elektroda Standar dan Daya Oksidasi dan Daya Reduksi

Harga potensial elektroda dapat digunakan untuk mengetahui daya oksidasi dan daya reduksi suatu zat.  Bila harga potensial reduksi suatu zat makin positip berarti zat tersebut makin mudah mengalami reduksi, dan itu berarti zat tersebut akan menjadi oksidator kuat. Sebaliknya bila potensial reduksi standar suatu zat makin negatif berarti zat tersebut makin mudah mengalami oksidasi yang berarti pula sebagai reduktor kuat.
Jadi makin positif harga potensial reduksi standar suatu zat makin kuat daya oksidasinya (oksidator kuat) dan sebaliknya bila potensial reduksi standar makin negatif maka zat tersebut makin kuat daya reduksinya (reduktor kuat).

Latihan 5.3.
1.    Suatu sel volta tersusun dari elektroda Pb dan elektroda Cr, bila  diketahui ,
Pb2+ (aq)  + 2 epanah2   Pb(s)    E0 = - 0,14 V
Cr3+ (aq) + 3 e panah2   Cr(s)    E0 = - 0,74 V
a.    Tentukan anoda dan katodanya
b.    Tuliskan reaksi di anoda dan di katoda
c.     Tentukan harga potensial sel-nya
d.    Tuliskan notasi sel-nya
2.    Sel volta tersusun dari elektroda Ni dan Al, jika diketahui.
            Ni2+ (aq) + 2e- panah2   Ni (s)      E0 = - 0,25 V
            Al3+ (aq) + 3e panah2   Al(s)      E0 = - 1,66  V
a.    Tentukan anoda dan katodanya
b.    Tuliskan reaksi di anoda dan di katoda
c.     Tentukan harga potensial sel-nya
d.    Tuliskan notasi sel-nya

3.    Diketahui :
      Cd|Cd2+2Ag+|2Ag         E0 = 1,20 V
      Cd|Cd2+ Cu2+|Cu           E0 = 0,74 V
      Pb|Pb2+2Ag+|2Ag         E0 = 0,93 V
      2Na|2Na+ Pb2+|Pb       E0 = 2,58 V
dan Pb2+ (aq) + 2e- Á Pb(s) E0 = - 0,13 V
a.    Tentukan potensial elektroda Cd, Ag , Na dan Cu
b.    Urutkan daya reduksi logam logam tersebut dari yang daya reduksinya terlemah ke yang daya reduksi paling kuat.
c.     Bila logam – logam tersebut dimasukkan kedalam larutan asam (H+) logam manakah yang dapat larut (bereaksi) dan logam manakah yang tidak larut .
d.    Bila elektroda Cd dipasangkan dengan elektroda Na untuk membentuk sel elektrokimia, tentukan reaksi di anoda dan di katoda, potensial sel dan notasi sel-nya.

4.    diketahui :
Ag+(aq) + e- ®   Ag Eo = + 0,80 V
Mg2+(aq) + 2 e- ®  Mg Eo = - 2,34 V
Bila suatu sel volta yang disusun dari elektroda Ag dan Mg maka,
a.  Tentukan anoda dan katodanya
b.  Tuliskan reaksi sel-nya
c.  Tuliskan notasi sel-nya
d.  apa fungsi jembatan garam ? Jelaskan !

5.    Diketahui :
 H2|2H+Cu2+|Cu            E0 = 0,34 V
Zn|Zn2+Cu2+|Cu            E0 = 1,10 V
Mg|Mg2+Zn2+|Zn           E0 = 1,58 V
Mg|Mg2+ Sn2+|Sn           E0 = 2,11 V
a.    Tentukanlah potensial elektroda E0 logam Cu,Zn,Mg dan Sn
b.    Urutkanlah daya oksidasi masing-masing logam dari  yang paling kuat daya oksidasinya ke yang paling lemah.
c.     Bila logam Cu, Zn, Mg dan Sn dimasukkan ke dalam larutan yang mengandung ion Sn2+, logam manakah yang larut (bereaksi) dan yang tidak larut (bereaksi)




D.    Beberapa Sel Elektrokimia

Salah satu contoh penggunaan sel elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari adalah bateray (sumber arus searah).  Sumber arus searah tersebut dibedakan menjadi sel primer dan sel skunder.  Sel primer merupakan sel yang reaksinya tidak dapat balik (irreversibel ) sehingga bila sudah habis tidak dapat diisi ulang misalnya sel kering (batu bateray, bateray arloji atau kalkulator) .  Sel skunder merupakan sel yang reaksinya dapat balik (reversibel) misalnya aki, baterai Nicad, bateray litium.

1.    Sel Kering (Sel Leclance)
Sel kering atau sel Le Clance dikenal sebagai batu bateray. Sel ini terdiri dari katoda yang terbuat dari grafit dan anoda dari logam seng. Elektrolit yang digunakan merupakan pasta yang merupakan campuran MnO2 (pirolusit) serbuk karbon dan NH4Cl.  MnO2 bertindak sebagai oksidator, sedangkan NH4Cl sebagai media yang memberi suasana asam.

Reaksi yang terjadi :
di Katoda :  2MnO2 (s) + 2H+ (aq)  +  2e- ®  Mn2O3 (aq) +H2O(l)
di Anoda  :    Zn(s)         ¾®  Zn2+  (aq)  +  2e-
¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ +
Reaksi Sel : 2 MnO2 (s)+ Zn (s)+ 2H+ (aq) ®  Mn2O3(s)+Zn2+(aq) + H2O(aq)

Ion H+ berasal dari hidrolisa NH4+,

                          NH4+ +  H2O ¾®  NH4OH  + H +

dan ion Cl- akan bereaksi dengan Zn2+ dengan reaksi:

                          Zn2+  + 2Cl-  ¾®  ZnCl2

Potensial sel yang dihasilkan 1,5 V. Sel alkalin merupakan pernyempurnaan dari sel Le Clance, yaitu dengan mengganti NH4Cl dengan pasta KOH, dengan penggantian ini beda potensial yang dihasilkan akan relatif tetap dan bateray lebih awet.
Anoda        :  Zn
Katoda       : MnO2 dicampur dengan KOH
di Anoda     :  Zn(s)   +  2OH (aq)  ®  Zn(OH)2 (s) + 2e-                   Eo= +1,2 V
di Katoda    :  MnO2 (s) + H2O(l) +2e-  ® MnO(OH) (s)                         Eo = +0,3 V
¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ +
Reaksi sel: Zn(s) +MnO2(s) + 2OH(aq) + H2O(l) ®  Zn(OH)2(s) + MnO(OH)  Eosel= 1,5 V


2.    Sel Perak Oksida
Sel ini banyak digunakan untuk arloji, kalkulator dan alat alat elektronik kecil lainnya.  Reaksi yang terjadi adalah ,

  Anoda :  Zn (s)  + OH (l)  ® Zn(OH)2 (s) +   2e-
Katoda            :  Ag2O(s) + H2O(l)  +2e-  ® 2 Ag(s)  +OH (aq)
¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾——¾  +
Reaksi sel        : Zn(s)+Ag2O(s) +H2O(l) ® Zn(OH)2 (s) + 2Ag(s)
harga potensial sel  = 1,34 V

3.    Sel Aki
Sel aki disebut juga sebagai sel penyimpan karena dapat berfungsi sebagai penyimpan listrik dan pada setiap saat dapat dikeluarkan (dimanfaatkan). Sel aki disebut juga sebagai sel skunder .  Anodanya terbuat dari logam timbal (Pb) dan katodanya terbuat dari Plogam timbal yang dilapisi PbO2 , dimana PbO2 inilah yang berperan dalam reaksi redoks. Sebagai elektrolit digunakan asam sulfat (H2SO4) yang kadarnya sekitar 37% dan sering disebut accu-zuur. Reaksinya  dapat balik sehingga dapat diisi ulang (di-stroom). Reaksi yang terjadi pada saat digunakan ( dikosongkan) ,

Anoda   :                       Pb + SO42-          ¾®  PbSO4  + 2e-
Katoda : PbO2 + SO42-  + 4 H+ + 2e-            ¾®  PbSO4 + 2H2O
¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ +
Reaksi sel : Pb + PbO2 + 2 SO42- + 4 H+  ¾®  2 PbSO4 + 2 H2O

Pada saat aki diisi ulang maka terjadi reaksi sebaliknya,
            2 PbSO4 + 2H2® Pb + PbO2 + 2 SO42- + 4 H+
Kadar asam sulfat akan semakin encer pada saat aki digunakan (dikosongkan) sedangkan pada waktu diisi maka kadar asam sulfat akan meningkat.
 
4.    Sel Nikel Cadmium ( Nicad)
Sel Nicad merupakan sel kering yang dapat diisi kembali (rechargable).  Anodanya adalah Cd dan katodanya Ni2O3 (pasta) . Beda potensial yang dihasilkan 1,29V. Reaksinya dapat balik dan diperkirakan :
        NiO(OH).xH2O + Cd + 2H2O  panah2   2 Ni(OH)2 .y H2O + Cd(OH)2

5.    Sel Bahan Bakar
Sel bahan bakar merupakan sel Galvani dimana pereaksi – pereaksinya (Oksigen dan hidrogen) dialirkan secara kontinyu ke dalam elektroda berpori. Anoda dari nikel dan katoda dari nikel oksida, elektrolit KOH. 




Reaksi yang terjadi adalah ,
                  Anoda   :           2 H2 (g) + 4 OH (aq) ® 4 H2O (l) + 4e-
                  Katoda :            O2 (g) + 2 H2O(l) + 4e ® 4 OH(aq)
                  ¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾ +
          Reaksi sel      :           2H2 (g)  +  O2(g)    ®     2 H2O(l)


E.    Korosi

Secara umum korosi atau perkaratan adalah rusaknya benda-benda logam akibat pengaruh lingkungan.  Proses korosi dapat dijelaskan secara elektrokimia, misalnya pada proses perkaratan besi yang membentuk oksida besi : Fe2O3 nH2O.
Ditinjau secara elektrokimia, proses perkaratan besi adalah peristiwa teroksidasinya logam besi oleh oksigen yang berqasal dari udara,

Fe(s)   ®   Fe2+ (aq) +  2e          Eo = + 0,44 V
O2(g) + 2H2O(l) + 4e ® 4 OH (aq)         E0 = +0,40 V
¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾¾  +
Reaksi sel : Fe(s) + O2(g) + 2H2O(l) ® Fe2+(aq) + 4OH(aq) Eoreaksi = = 0,84 V

 Ion Fe2+ tersebut kemudian mengalami oksidasi lebih lanjut dengan reaksi,

       4Fe2+(aq) + O2(g) + (4+2n)H2® 2 Fe2O3 n H2O + 8 H+(aq)

Dari harga potensial reaksinya maka besi merupakan logam yang mudah mengalami korosi, sedangkan logam-logam yang mempunyai potensial elektroda lebih besar dari 0,4 V akan sukar berkarat sebab dengan potensial tersebut akan menghasilkan Eoreaksi< 0 (negatif) bila bertemu dengan oksigen di udara.  Logam – logam perak, platina dan emas mempunyai Eo > 0,4 V sehingga sukar berkarat.


 1.    Faktor – faktor yang mempercepat Korosi
a)    Air dan Kelembaban udara
Dilihat dari reaksi yang terjadi pada korosi, air merupakan salah satu faktor penting untuk berlangsungnya korosi. Udara lembab yang banyak mengandung uap air akan mempercepat berlangsungnya proses korosi.

b)    Elektrolit
Elektrolit (asam atau garam)  merupakan media yang baik untuk terjadinya tranfer muatan, hal ini mengakibatkan elektron lebih mudah untuk dapat diikat oleh oksigen di udara. Air hujan banyak mengandung asam, dan air laut banyak mengandung garam, maka air hujan dan air laut merupakan penyebab korosi yang utama.

c)     Permukaan logam yang tidak rata
Permukaan logam yang tidak rata memudahkan terjadinya kutub-kutub muatan yang akhirnya akan berperan sebagai anoda dan katoda.  Permukaan logam yang licin dan bersih akan menyebabkan korosi sukar terjadi sebab sukar terjadi kutub-kutub yang akan bertindak sebagai anoda dan katoda.

d)    Terbentuknya sel elektrokimia
Bila dua logam yang berbeda potensial bersinggungan dan di terjadi pada lingkungan berair atau lembab, maka akan dapat terjadi sel elektrokimia secara langsung, sehingga logam yang potensialnya rendah akan segera melepaskan elektron bila logam yang potensialnya lebih tinggi mengalami oksidasi oleh O2 dari udara. Hal tersebut mengakibatkan korosi akan sangat cepat terjadi pada logam yang potensialnya rendah, sedangkan logam yang potensialnya tinggi justru lebih awet. Paku keling yang terbuat dari tembaga untuk menyambung besi akab menyebabkan besi di sekitar keling tersebut berkarat lebih cepat.
                  
  1. Cara Memperlambat Korosi

Peristiwa korosi  sulit dicegah tetapi hanya dapat dihambat dengan berbagai cara antara lain,
a)    Mengontrol atmosfer agar tidak lembab dan banyak oksigen, misalnya membuat lingkungan udara bebas dari oksigen dengan mengalirkan gas CO2.

b)    Mencegah logam bersinggungan dengan oksigen di udara
·         mengecat, melapisi dengan plastik, memberi minyak atau gemuk
·         galvaniser,  melapisi dengan seng (contohnya : atap seng)
·         Elektroplating, melapisi dengan logam nikel ( veernikel) , krom (veerkrom) , melapisi dengan timah (contohnya : kaleng biskuit), melapisi dengan timbal (pipa air minum).
·         Sherardizing , mereaksikan dengan asam fosfat sehingga permukaan besi tertutup dengan fosfat (Fe2(PO4)3)  contohnya bodi mobil.

c)     Pelindungan katodik
Yaitu menghubungkan logam tersebut dengan logam yang mempunyai potensial elektroda sangat rendah (biasanya Mg) sehingga bila terjadi oksidasi logam yang dilindungi akan segera menarik elektron dari logam pelindung   dan oksidasi akan berlangsung pada logam pelindung tersebut. Karena logam pelindung teroksidasi maka akan dapat habis dan selalu diganti yang baru secara periodik.


Syarat Pendaftaran PPDB SMA Negeri 3 Boyolali

SMA Negeri 3 Boyolali menerima Calon Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan ketentuan sebagai Berikut :
Daya tampung 256 siswa ( 8 kelas @ 32 siswa )
Persyaratan Lihat Di Pangumuman PPDB 2013